1 Oktober 2026

Ruang keluarga Korea — cerita dari orang Korea, dalam bahasamu

Etiket

Dua Tangan dan Wajah Berpaling: Etika Minum dengan Senior di Korea

Kenapa orang Korea menuang dengan dua tangan, memalingkan wajah saat minum, dan tak pernah mengisi gelas sendiri, serta bagaimana aturannya kini berubah.

Oleh Editor MARU · · 7 menit baca
Dua Tangan dan Wajah Berpaling: Etika Minum dengan Senior di Korea
Foto: Dee Onederer / Pexels

Duduklah di meja makan Korea dengan sebotol soju hijau, dan kamu akan melihat semacam koreografi kecil. Orang yang paling muda meraih botol lebih dulu. Gelas disodorkan dengan dua tangan. Seseorang menoleh sedikit ke samping sebelum menyesap minumannya. Tak ada yang mengisi gelasnya sendiri, tetapi tak ada gelas yang dibiarkan kosong terlalu lama.

Semua itu bukan kebetulan. Di Korea, minum bersama, terutama dengan orang yang lebih tua atau lebih senior, juga merupakan cara menunjukkan rasa hormat. Aturan dasarnya sederhana: tuang dan terima dengan dua tangan, palingkan wajah saat minum di depan orang yang lebih tua, jangan menuang untuk gelas sendiri, dan biarkan orang yang paling senior menentukan tempo. Berikut makna setiap aturan, dan seberapa banyak yang masih berlaku sekarang.

Hormat yang dituang dengan dua tangan

Orang Korea kadang menyebut tata krama minum sebagai 주도 (酒道, judo, "jalan minum", tak ada hubungannya dengan bela diri judo). Ensiklopedia Budaya Korea menjelaskan bahwa etiket minum tradisional berakar pada penghormatan kepada yang lebih tua: gelas dari orang yang lebih tua diterima sambil membungkuk, minuman disuguhkan dengan dua tangan dan sikap sopan, dan tidak ada yang minum sebelum yang lebih tua mengangkat gelasnya. Orang yang tidak bisa minum cukup menempelkan bibir ke gelas lalu meletakkannya kembali.

Sebuah pepatah populer merangkum semangatnya: 술은 어른에게 배워야 한다 (sureun eoreun-ege baewoya handa), "Belajar minum itu harus dari orang yang lebih tua." Maksudnya, tata krama dan kebiasaan menahan diri dipelajari di meja tempat ada orang yang menjagamu.

Dalam praktiknya, rasa hormat itu pertama-tama terlihat dari tanganmu. Saat menuang untuk orang yang lebih tua, pegang botol dengan tangan kanan dan sentuhkan tangan kiri ke lengan bawah atau pergelangan tangan kanan, atau letakkan ringan di dada. Saat orang yang lebih tua menuang untukmu, pegang gelas dengan tangan kanan, topang bagian bawahnya dengan tangan kiri, lalu angkat sedikit ke arah botol. Anggukan kecil tanda terima kasih melengkapi gerakannya.

Logika yang sama berlaku saat bersulang. Ketika gelas beradu (orang Korea mengucapkan 건배, geonbae, "bersulang", atau yang lebih santai, 짠, jjan), sebaiknya posisikan gelasmu sedikit lebih rendah daripada gelas orang yang lebih tua. Dengan teman sebaya, satu tangan pun tidak masalah. Tak ada yang mengharapkan upacara dari teman sekampusmu.

Palingkan wajah, bukan punggung

Inilah aturan yang paling sering mengejutkan pendatang. Saat minum di depan orang yang lebih tua atau lebih senior, palingkan wajah sedikit ke samping, menjauh dari mereka, lalu sesap minumanmu. Sebagian orang juga menutupi gelas dengan tangan yang bebas. Ensiklopedia Budaya Korea menggambarkan versi tradisionalnya sebagai memutar badan agar gelas tidak terlihat langsung oleh orang yang lebih tua.

Alasan yang sering disebut orang Korea: minum sambil berhadapan langsung dengan orang yang kamu hormati terasa terlalu santai, jadi kamu memalingkan wajah sebagai tanda hormat kecil. Tidak perlu berlebihan. Menoleh sedikit sudah cukup; kamu tidak sedang bersembunyi, hanya bersikap sopan.

Gelasmu adalah urusan orang lain

Di Korea, umumnya kamu tidak menuang minuman untuk diri sendiri, kebiasaan yang disebut 자작 (jajak). Ada pepatah rakyat yang bahkan mengatakan menuang untuk diri sendiri membawa sial, dalam beberapa versi untuk orang yang duduk di depanmu. Sebagai gantinya, semua orang saling memperhatikan gelas satu sama lain. Kalau melihat gelas kosong, tawarkan untuk mengisinya, dan tak lama kemudian seseorang akan membalas kebaikanmu.

Dua kebiasaan terkait:

Cara menolak dengan sopan

Menolak minum sekarang sepenuhnya bisa diterima; kuncinya adalah melakukannya dengan luwes. Tanda paling sederhana adalah membiarkan gelasmu tetap penuh, karena gelas yang penuh berarti tak ada yang perlu mengisinya lagi. Kamu tetap bisa menerima tuangan dari orang yang lebih tua dengan dua tangan dan ikut mengangkat gelas saat bersulang, lalu cukup menempelkannya ke bibir, persis seperti kebiasaan lama.

Kalimat yang berguna: 술을 잘 못 마셔요 (sureul jal mot masyeoyo, "Saya kurang kuat minum") dan 차를 가져왔어요 (chareul gajyeowasseoyo, "Saya bawa mobil"). Menyetir adalah alasan yang tak akan dibantah siapa pun: sejak 25 Juni 2019, batas legal kadar alkohol dalam darah bagi pengemudi di Korea adalah 0,03 persen. Mengisi gelas dengan minuman bersoda, teh, atau air putih untuk bersulang juga hal yang biasa.

Satu kebiasaan yang mungkin masih kamu lihat, tetapi tidak perlu kamu ikuti, adalah 잔 돌리기 (jan dolligi): mengedarkan satu gelas yang sama keliling meja. Para pengkritik di Korea sudah lama menyebut kebiasaan ini membuat orang minum lebih banyak dari yang mereka mau dan menyebarkan kuman, dan kebiasaan ini makin ditinggalkan selama pandemi COVID-19.

Budaya makan malam kantor sedang berubah

Selama puluhan tahun, 회식 (hoesik), makan malam tim sepulang kerja, menjadi tempat aturan-aturan ini diuji, sering sampai larut malam dan dengan tekanan untuk terus minum. Budaya itu kini bergeser. Sejak 16 Juli 2019, Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Korea melarang perundungan di tempat kerja, dan pedoman Kementerian Ketenagakerjaan Korea menyebut memaksa seseorang minum atau ikut makan malam kantor di luar kemauannya sebagai salah satu contohnya.

Banyak tempat kerja juga mengusung aturan "119" yang dipromosikan kampanye kesehatan masyarakat: satu jenis minuman, satu putaran saja, dan selesai sebelum pukul 21.00. Pekerja muda paling vokal menyuarakan perubahan ini. Dalam survei JobKorea tahun 2021 yang diberitakan The Korea Times, 44,9 persen karyawan berusia 20-an dan 30-an mengatakan ingin acara kumpul sepulang kerja tetap ditiadakan bahkan setelah pandemi. Kini makan malam tim bisa berupa makan siang, nonton film bersama, atau santap malam singkat yang boleh ditinggal lebih awal. Tradisi menuang dengan dua tangan tetap bertahan; tekanan untuk minum jauh berkurang.

Kalau kamu berkunjung ke Korea

Pendatang jarang diharapkan menguasai setiap detail. Kebanyakan orang menghargai usahamu, dan menuang dengan dua tangan adalah cara termudah untuk menunjukkannya.

Jawaban singkat

Kenapa orang Korea memalingkan wajah saat minum?

Itu tanda hormat. Saat minum bersama orang yang lebih tua atau lebih senior, orang Korea sedikit memalingkan wajah agar tidak minum sambil berhadapan langsung dengan mereka.

Apakah tidak sopan menuang minuman sendiri di Korea?

Di depan orang yang lebih tua, ya. Lebih baik biarkan orang lain menuangkan untukmu, lalu balas dengan menuangkan untuk mereka. Di antara teman dekat, aturannya jauh lebih longgar.

Bagaimana cara menolak minuman dengan sopan di Korea?

Biarkan gelasmu tetap penuh, ikut mengangkat gelas saat bersulang, lalu katakan sesuatu seperti 술을 잘 못 마셔요 ("Saya kurang kuat minum"). Kebanyakan orang akan mengerti.

Sumber

Lainnya dari MARU

Tanya orang Korea

Tanya orang Korea

Penasaran dengan sesuatu di Korea? Tanyakan dalam bahasamu — pertanyaan terbaik kami jawab dalam cerita baru.

Jangan sertakan informasi pribadi. Pertanyaan bisa dikutip (tanpa namamu) di cerita berikutnya.

Surat dari Korea

Satu cerita setiap Minggu, dijelaskan oleh orang Korea — dalam bahasamu.