Sebaiknya membungkuk atau berjabat tangan saat bertemu orang Korea?
Membungkuk dulu. Bungkukan kecil sambil mengucapkan 안녕하세요 (annyeonghaseyo, halo) adalah pilihan paling aman dengan siapa pun yang kamu temui di Korea. Kalau setelah itu orangnya mengulurkan tangan, sambut jabat tangannya sambil tetap sedikit membungkuk. Dengan urutan itu, kamu hampir tidak mungkin salah.
Membungkuk adalah salam tradisional Korea, dan dalamnya bungkukan menyesuaikan hubungan. Dengan teman atau orang seumuran, cukup anggukan kepala singkat. Dengan orang yang lebih tua, guru, klien, atau orang tua pacarmu, bungkukkan badan sedikit lebih dalam dari pinggang, tangan di samping badan atau terlipat di depan, dan jangan terburu-buru. Tidak ada yang mengharapkan tamu asing membungkuk 90 derajat; bungkukan yang tulus dan tenang jauh lebih bermakna. Saat pertama kali berkenalan, kamu bisa menambahkan 처음 뵙겠습니다 (cheoeum boepgetseumnida, “senang berkenalan” versi sopan), lalu membungkuk lagi saat berpamitan.
Jabat tangan datang belakangan. Menurut Ensiklopedia Budaya Korea, jabat tangan ala Barat mulai dipakai setelah para misionaris Kristen datang pada awal abad ke-20, awalnya di kalangan laki-laki di kota, lalu menyebar ke seluruh negeri setelah Korea lepas dari penjajahan Jepang pada 1945. Sekarang laki-laki dan perempuan dari segala usia biasa berjabat tangan, terutama di dunia kerja, tapi dengan sentuhan khas Korea. Biasanya yang lebih tua atau lebih senior yang mengulurkan tangan lebih dulu, jadi lebih baik menunggu daripada menyodorkan tangan duluan kepada orang yang jelas lebih senior. Panduan etiket di Korea menyarankan membungkuk sekitar 10–15 derajat saat berjabat tangan dengan orang yang lebih tua atau atasan, dan banyak orang menopang lengan kanan bawah dengan tangan kiri. Logikanya sama dengan “dua tangan tanda hormat” saat menuangkan minuman untuk yang lebih tua, seperti yang kami ceritakan di tulisan kami tentang etika minum di Korea. Genggam dengan lembut, tidak perlu kuat-kuat.
Yang biasanya tidak akan kamu lihat saat pertemuan pertama adalah pelukan atau cium pipi; itu untuk orang-orang yang sudah dekat. Usia juga berpengaruh: di antara anak muda Korea usia dua puluhan, anggukan, senyuman, atau lambaian tangan kecil sudah sangat biasa, sementara orang yang lebih tua umumnya mengharapkan sikap yang lebih formal.
Kalau sampai keliru, santai saja. Orang Korea jauh lebih memperhatikan niat baikmu daripada sudut bungkukanmu. Dan kalau orang yang lebih tua, setelah membungkuk, bertanya apakah kamu sudah makan, itu juga salam, seperti yang kami jelaskan di tulisan kami tentang sapaan “sudah makan?”.


