10 Oktober 2026

Ruang keluarga Korea — cerita dari orang Korea, dalam bahasamu

Makanan

Roti Ikan Tanpa Ikan, Tanda Musim Dingin Sudah Tiba di Korea

Begitu angin dingin pertama bertiup, gerobak roti berbentuk ikan dan panekuk isi gula cair bermunculan di Korea. Ini alasannya dan cara orang Korea memburunya.

Oleh Hansol · editor MARU · · 6 menit baca
Roti Ikan Tanpa Ikan, Tanda Musim Dingin Sudah Tiba di Korea
Foto: Theodore Nguyen / Pexels

Suatu saat di bulan Oktober, sudut-sudut jalan di Korea mulai beraroma lain. Sebuah gerobak kecil muncul di dekat pintu keluar stasiun kereta bawah tanah, deretan cetakan besi mulai berdesis, dan udara dipenuhi aroma adonan panggang dan kacang merah hangat. Tak lama kemudian, teman-teman saling mengabarkan berita gembira: musim bungeoppang sudah kembali.

붕어빵 (bungeoppang, “roti ikan karper”) adalah kue berbentuk ikan yang sama sekali tidak berisi ikan, hanya pasta kacang merah manis atau krim custard. Di trotoar musim dingin, ia ditemani 호떡 (hotteok, panekuk berisi gula yang meleleh), 계란빵 (gyeranppang, roti telur), ubi jalar bakar, dan kastanye bakar. Jajanan ini muncul saat cuaca dingin karena alasan sederhana: panas, murah, dan memang dibuat untuk dimakan di luar, sambil menggenggam kantong kertas yang hangat dengan dua tangan. Banyak gerobak hanya buka selama musimnya, kira-kira dari Oktober sampai Maret atau awal April, sehingga kemunculannya menjadi salah satu tanda bagi orang Korea bahwa musim dingin sudah tiba.

Roti ikan tanpa ikan

Bungeoppang termasuk keluarga jajanan yang di Korea disebut 풀빵 (pulppang): adonan encer dituang ke cetakan besi panas, sesendok kacang merah di tengah, sedikit adonan lagi di atasnya, lalu dibalik sampai kecokelatan. Menurut Ensiklopedia Budaya Korea, cetakan seperti ini masuk dari Jepang pada tahun 1930-an, di masa penjajahan. Bentuk ikannya umumnya dikaitkan dengan taiyaki dari Jepang, yang meniru ikan tai (sea bream), meski Korea JoongAng Daily mencatat bahwa catatan resmi tentang bagaimana kue ini masuk ke Korea sulit ditemukan. Di Korea, ikannya berubah menjadi 붕어 (bungeo), sejenis ikan karper air tawar yang umum. Ganti cetakannya, namanya pun berganti: versi berbentuk bunga disebut 국화빵 (gukhwappang, “roti krisan”).

Tepung yang murah menjadikannya jajanan jalanan klasik. Iklim Korea tidak pernah cocok untuk gandum, sehingga dulu makanan dari tepung terigu adalah hidangan istimewa. Setelah Perang Korea, sebuah perjanjian tahun 1954 mendatangkan surplus gandum Amerika ke Korea, dan pada tahun 1960-an, ketika pemerintah mengajak rakyat makan lebih banyak tepung dan biji-bijian campuran untuk menghemat beras, pulppang menjadi salah satu jajanan termurah di jalanan.

Kini perdebatannya ada di isian. 팥붕 (patbung) berarti isi kacang merah, 슈붕 (syubung) isi krim custard, dan “patbung atau syubung?” adalah perdebatan abadi di Korea, bersama satu pertanyaan lain yang sama seriusnya: makan dari kepala atau dari ekor dulu? Tidak ada jawaban yang benar, dan justru karena itu orang tak pernah berhenti menanyakannya.

Hotteok: panekuk yang datang bersama pedagang Tionghoa
Foto: Ka23 13, CC BY 4.0 / Wikimedia Commons

Hotteok: panekuk yang datang bersama pedagang Tionghoa

Hotteok punya silsilah yang berbeda. Kamus Standar Bahasa Korea hanya mencatat bahwa hotteok berasal dari Tiongkok, dan Ensiklopedia Budaya Korea melengkapi kisahnya: hotteok dibawa imigran Tionghoa pada tahun 1880-an, setelah perjanjian dagang tahun 1882 antara Joseon dan Dinasti Qing membuka jalan bagi para pedagang Tionghoa untuk menetap. Pada Oktober 1930, sudah ada 1.139 toko hotteok milik orang Tionghoa di seluruh negeri. Kata ho dalam namanya ditulis dengan aksara 胡, sebutan lama untuk orang asing dari wilayah di barat dan utara Tiongkok.

Hotteok tetap populer sampai tahun 1960-an, lalu meredup pada tahun 1970-an, ketika roti kukus bernama 호빵 (hoppang) sedang naik daun dan banyak toko milik orang Tionghoa tutup. Hotteok yang dijual di jalanan sekarang adalah versi Korea: adonan kenyal yang membungkus gula cokelat (brown sugar), sering dengan kayu manis dan kacang cincang, lalu ditekan pipih di atas wajan datar berminyak sampai gulanya meleleh menjadi sirup. Busan melangkah lebih jauh dengan 씨앗호떡 (ssiat-hotteok, “hotteok biji-bijian”), yang menurut ensiklopedia pertama kali dibuat di jalanan Nampo-dong pada tahun 1980-an: adonannya digoreng, dibelah, lalu diisi kacang tanah, biji bunga matahari, dan biji labu yang ditumbuk kasar.

Peringatan yang selalu diberikan orang Korea kepada yang baru pertama kali mencoba: sirupnya jauh lebih panas daripada kelihatannya. Hotteok bahkan masuk ke bahasa sehari-hari. Kalau suatu tempat ramai dan kacau, orang Korea bilang suasananya seperti 호떡집에 불난 것 같다 (hotteok-jibe bullan geot gatda), “seperti toko hotteok yang kebakaran”.

Roti telur, ubi bakar, dan kastanye
Foto: 알렉스분도 / Korea Tourism Organization

Roti telur, ubi bakar, dan kastanye

Gyeranppang adalah yang paling muda di antara semuanya: roti kecil yang manis dan agak mirip bolu, dipanggang dengan sebutir telur utuh di atas atau di dalamnya. The Korea Times melaporkan bahwa roti ini konon pertama kali dibuat pada tahun 1984 di sebuah toko kecil dekat Universitas Inha di Incheon, yang pemiliknya berjualan pulppang dan ingin punya pilihan untuk pelanggan yang tidak makan kacang merah. Pada tahun 2025, CNN memasukkannya ke dalam daftar 50 roti terbaik di dunia.

Aroma musim dingin yang paling tua berasal dari api. Ensiklopedia Budaya Korea menggambarkan para penjual 군밤 (gunbam, kastanye bakar) di jalanan malam musim dingin sebagai pemandangan khas musim ini. Ubi jalar masuk ke Korea pada tahun 1763, ketika utusan Jo Eom membawa pulang ubi jalar untuk ditanam dari Pulau Tsushima dalam misinya ke Jepang, dan sejak lama 군고구마 (gungoguma, ubi jalar bakar) dipanggang di tungku berbentuk drum di pinggir jalan. Kini tungku seperti itu makin jarang: biaya yang terus naik membuat banyak penjual meninggalkan jalanan, dan sekarang ubi bakar lebih sering keluar dari mesin pemanggang di pintu masuk supermarket.

Tinggal di “zona bungeoppang”

Iklan properti di Korea sangat suka kata 역세권 (yeoksegwon), “dekat dengan stasiun kereta bawah tanah”. Ganti suku kata pertamanya dengan suku kata pertama bungeoppang, jadilah 붕세권 (bungsegwon): tinggal cukup dekat dengan gerobak bungeoppang sehingga bisa membeli sekantong dalam perjalanan pulang. Kata ini diucapkan sambil tersenyum, tapi juga dengan sedikit rindu, karena gerobaknya makin sulit ditemukan.

Pedagang kaki lima menghadapi keluhan warga, denda, dan razia, sementara biaya terus naik. Data Pemerintah Kota Seoul yang dikutip majalah Weekly Kyunghyang menunjukkan jumlah lapak kaki lima di ibu kota turun dari 7.718 pada tahun 2016 menjadi 5.873 pada September 2021. Banyak orang Korea masih ingat masa ketika 1.000 won bisa dapat tiga atau empat bungeoppang. Pada akhir 2025, harian ekonomi Hankyung mendapati banyak gerobak di Seoul menjual 1.000 won per buah, dengan harga grosir kacang merah lokal lebih dari 20 persen lebih mahal dibanding setahun sebelumnya.

Aplikasi pemburu gerobak

Maka orang Korea pun membuat peta. Yang paling terkenal adalah 가슴속 3천원 (Gaseumsok Samcheonwon, “3.000 won di dalam hati”), aplikasi pencari gerobak yang berawal dari proyek sampingan sekelompok kecil pengembang dan desainer. Namanya berasal dari candaan di internet: di musim dingin, simpanlah selalu 3.000 won dekat di dada, karena kamu tak pernah tahu kapan akan lewat di depan gerobak. Pengguna menandai gerobak di peta, mengonfirmasinya saat berkunjung, dan mencatat menu serta cara pembayaran di tiap gerobak, dan kini aplikasinya juga mencakup hotteok, roti telur, dan jajanan jalanan lainnya.

Aplikasi jual-beli antartetangga Karrot (당근, Danggeun) meluncurkan peta jajanan musim dingin musiman pada tahun 2020, lalu pada November 2024 mengubahnya menjadi peta khusus bungeoppang, tempat warga menambahkan lapak, jam buka, dan kisaran harga untuk tetangganya.

Di depan gerobak: tunai, transfer, dan cara memesan

Jawaban singkat

Kenapa bungeoppang disebut roti ikan padahal tidak ada ikannya?

Karena bentuknya. Kue ini dipanggang dalam cetakan berbentuk bungeo, sejenis ikan karper. Isinya hanya isian manis, secara tradisional pasta kacang merah, dan sekarang sering juga krim custard.

Kenapa bungeoppang dan hotteok hanya dijual saat musim dingin?

Keduanya jajanan panas dan murah yang dibuat untuk dimakan di luar, jadi paling laku saat cuaca dingin. Banyak gerobak hanya buka selama musimnya, kira-kira dari Oktober sampai Maret atau awal April.

Apa arti bungsegwon dalam bahasa Korea?

붕세권 (bungsegwon) adalah bahasa gaul untuk tinggal dekat gerobak bungeoppang. Kata ini memelesetkan yeoksegwon, istilah properti untuk “dekat stasiun kereta bawah tanah”.

Sumber

Lainnya dari MARU

Tanya orang Korea

Tanya orang Korea

Penasaran soal sesuatu di Korea? Tanyakan dalam bahasamu — Hansol, editor MARU, menjawab, dan jawabannya kami muat di sini (tanpa namamu).

Jangan sertakan informasi pribadi. Pertanyaanmu bisa dimuat bersama jawaban kami, selalu tanpa namamu.

Surat dari Korea

Setiap Jumat: cerita-cerita baru minggu ini, dijelaskan oleh orang Korea — dalam bahasamu.