Kenapa orang Korea langsung menanyakan umur saat pertama kali bertemu?
Terutama karena bahasa Korea memang butuh jawabannya. Cara kami berbicara kepada seseorang, dan cara memanggilnya, sangat bergantung pada siapa yang lebih tua. Jadi menanyakan umurmu sebenarnya adalah cara untuk tahu bagaimana harus bicara denganmu. Itu bukan kepo, dan tidak ada yang sedang menilai atau mengurutkanmu.
Bahasa Korea punya ragam sopan, 존댓말 (jondaenmal, bahasa hormat), dan ragam santai, 반말 (banmal, bahasa akrab). Akhiran kata kerjanya berubah, bahkan beberapa kata sehari-hari juga diganti saat membicarakan orang yang lebih tua. Di antara orang dewasa yang baru kenal, bahasa sopan adalah pilihan aman. Tapi begitu mulai akrab, umur biasanya menentukan siapa yang boleh mengajak beralih ke bahasa santai dan panggilan ala keluarga apa yang dipakai, agak mirip panggilan “kak” di Indonesia: perempuan yang lebih muda memanggil teman perempuan yang lebih tua 언니 (eonni), dan laki-laki yang lebih muda memanggil teman laki-laki yang lebih tua 형 (hyeong). Semuanya kami jelaskan di tulisan kami tentang oppa, unni, hyung, dan noona.
Karena itu, beda satu tahun pun berarti. Dan saat tahu kalian lahir di tahun yang sama, alias 동갑 (donggap, seumuran), rasanya seperti kabar baik, karena sering kali artinya kalian bisa jadi 친구 (chingu), kata yang dalam percakapan sehari-hari biasanya berarti teman seumuran. Banyak orang Korea tidak mau repot menghitung dan langsung menanyakan tahun lahir: 몇 년생이세요? (myeon nyeonsaeng-iseyo?, “Lahir tahun berapa?”). Cara ini menghindari kebingungan dari sistem lama: sejak 28 Juni 2023, umur resmi di Korea adalah umur internasional, tapi sebagian orang masih menyebut “umur Korea” karena kebiasaan, seperti yang kami jelaskan di panduan kami tentang cara kerja umur Korea.
Umur juga membawa peran-peran kecil yang tidak tertulis. Yang lebih tua sering mentraktir makan atau kopi, sementara yang lebih muda mungkin menata sendok dan sumpit di meja atau menuangkan minuman. Tidak semua orang suka aturan ini. Banyak anak muda Korea, juga sebagian tempat kerja, memilih tetap berbahasa sopan kepada siapa saja atau memakai nama ditambah 님 (nim, akhiran hormat) tanpa melihat umur. Jadi, seberapa cepat pertanyaan ini muncul tergantung orangnya, generasinya, dan situasinya.
Kalau ditanya, kamu bisa menyebut umurmu atau cukup tahun lahirmu. Tidak ada yang berharap pengunjung menguasai bahasa hormat, tapi jangan langsung beralih ke bahasa santai hanya karena ternyata kamu lebih tua; tunggu sampai ada yang bilang 말 편하게 하세요 (mal pyeonhage haseyo, “santai saja bicaranya”). Dan kalau kamu tidak ingin menyebut umur, tidak apa-apa menjawabnya sambil bercanda. Kebanyakan orang tidak akan memaksa.


