5 Oktober 2026

Ruang keluarga Korea — cerita dari orang Korea, dalam bahasamu

Pertanyaan umum

Kenapa orang Korea bilang “ibu kami” (uri eomma), bukan “ibuku”?

Pertanyaan umum · dijawab oleh Hansol, editor MARU ·
Dijawab oleh Hansol, editor MARU

Karena dalam bahasa Korea, 우리 (uri, “kami/kita”) bukan sekadar bentuk jamak. Kata ini juga berfungsi sebagai penanda akrab yang berarti “orang atau tempat ini bagian dari lingkaranku”. Jadi 우리 엄마 (uri eomma, “ibu kami”) bukan berarti ibunya dimiliki bersama dengan lawan bicara. Itu cuma cara paling wajar untuk bilang “ibuku”, dan anak tunggal pun memakainya.

Institut Nasional Bahasa Korea, lembaga yang menyusun kamus standar, menjelaskan bahwa uri seperti ini menunjukkan hubungan dekat dengan seseorang, dan dipakai saat berbicara dengan orang yang kedudukannya tidak lebih tinggi darimu. Tidak perlu ada lebih dari satu orang. Karena itu kata ini muncul di mana-mana: 우리 집 (uri jip, “rumah kami”) diucapkan orang yang tinggal sendirian, 우리 회사 (uri hoesa, “kantor kami”), 우리 동네 (uri dongne, “lingkungan kami”), bahkan 우리 남편 (uri nampyeon, “suami kami”), yang sering bikin pelajar bahasa Korea senyum-senyum, padahal bagi kami terdengar biasa saja. Kamus bahkan menulis 우리나라 (urinara, “negara kami”) sebagai satu kata, dan bagi orang Korea artinya ya Korea.

Kenapa “kami” terasa lebih wajar daripada “-ku”? Para psikolog budaya Korea sering menyebut 우리성 (uriseong, “rasa kekitaan”): perasaan bahwa keluarga, sekolah, kantor, dan kampung halaman adalah lingkaran dalam tempatmu berada, bukan barang yang kamu miliki. Bilang 내 엄마 (nae eomma, “ibuku”) tidak salah, tapi bisa terdengar terlalu posesif, seolah kamu menegaskan “ibu AKU, bukan ibumu”. Nae lebih cocok untuk barang: ponselku, tasku, giliranku. Naluri yang sama membuat teman yang lebih tua dipanggil “kakak”, seperti yang kami bahas dalam tulisan tentang oppa, unnie, hyung, dan noona, dan membuat salah satu kata Korea untuk keluarga secara harfiah berarti “mulut-mulut yang makan bersama”.

Soal sopan santun, ada sedikit penyesuaian. Di depan orang yang lebih tua, atasan, atau saat wawancara kerja, orang Korea beralih ke bentuk merendah 저희 (jeohui): 저희 어머니 (jeohui eomeoni, “ibu saya”, diucapkan dengan rendah hati) atau 저희 회사 (jeohui hoesa, “perusahaan kami”). Pengecualian besarnya adalah negara: Institut menyarankan urinara alih-alih jeohui nara, karena tidak ada alasan jelas bagi seseorang untuk merendahkan satu bangsa. Jadi yang paling sering kamu dengar tetap urinara, bahkan dalam percakapan yang sangat sopan.

Kalau kamu sedang belajar bahasa Korea, tiru saja kebiasaan ini: uri eomma dengan teman, jeohui eomeoni dengan orang yang perlu kamu hormati, dan tak akan ada yang mengira kamu berbagi ibu dengan orang lain.

Lainnya dari MARU

Pertanyaan lainnya

Lihat semua pertanyaan →
  1. Apakah tidak sopan membuang ingus di meja makan saat di Korea?Pertanyaan umum · dijawab oleh Hansol, editor MARU · 4 Oktober 2026
  2. Bolehkah aku memanggil pacar Korea-ku oppa?Pertanyaan umum · dijawab oleh Hansol, editor MARU · 4 Oktober 2026
  3. Bolehkah minta tambah banchan (lauk pendamping) gratis di restoran Korea?Pertanyaan umum · dijawab oleh Hansol, editor MARU · 4 Oktober 2026
  4. Apakah orang Korea benar-benar makan kimchi setiap hari?Pertanyaan umum · dijawab oleh Hansol, editor MARU · 4 Oktober 2026
  5. Apakah tidak sopan menyisakan makanan di piring saat di Korea?Pertanyaan umum · dijawab oleh Hansol, editor MARU · 4 Oktober 2026
Tanya orang Korea

Tanya orang Korea

Penasaran soal sesuatu di Korea? Tanyakan dalam bahasamu — Hansol, editor MARU, menjawab, dan jawabannya kami muat di sini (tanpa namamu).

Jangan sertakan informasi pribadi. Pertanyaanmu bisa dimuat bersama jawaban kami, selalu tanpa namamu.

Surat dari Korea

Setiap Jumat: cerita-cerita baru minggu ini, dijelaskan oleh orang Korea — dalam bahasamu.