4 Oktober 2026

Ruang keluarga Korea — cerita dari orang Korea, dalam bahasamu

Kencan

Bukan Adegan Drakor: Begini Pacaran yang Sebenarnya di Korea

Tarikan tangan dan pewaris chaebol cukup ada di layar. Di Korea, pacaran sungguhan diisi kencan buta, jadwal padat, dan kebiasaan menghitung hari.

Oleh Editor MARU · · 6 menit baca
Bukan Adegan Drakor: Begini Pacaran yang Sebenarnya di Korea
Foto: AI-generated illustration / MARU

Dalam drakor, cinta punya koreografinya sendiri. Seseorang pergi dengan marah, lalu sebuah tangan tiba-tiba menahan pergelangan tangannya. Malam minum soju berakhir dengan seseorang digendong di punggung pulang ke rumah di bawah lampu jalan. Orang paling pendiam di kantor ternyata berpacaran dengan pewaris chaebol, salah satu grup bisnis raksasa milik keluarga di Korea. Dan ciuman pertama yang sungguhan bisa baru muncul setelah rasanya setengah serial berlalu.

Pacaran yang sesungguhnya di Korea jauh lebih membumi, tetapi dalam beberapa hal justru lebih menarik. Banyak pasangan berkenalan lewat teman, atau bertemu di kampus maupun kantor. Jam kerja yang panjang dan tinggal bersama orang tua ikut menentukan kapan dan di mana kencan terjadi. Begitu dua orang resmi berpacaran, mereka mulai menghitung hari, kebiasaan yang memang digambarkan drakor dengan tepat. Setiap orang berbeda di mana pun, termasuk di Korea, jadi anggap tulisan ini sebagai gambaran kebiasaan yang umum, bukan buku aturan. Ini adalah tulisan pertama dalam seri Pacaran di Korea dari MARU.

Yang dilebih-lebihkan drakor, dan yang memang nyata

Klise-klise paling terkenal adalah jalan pintas bercerita, mirip adegan berlari ke bandara di menit terakhir dalam film romantis Hollywood. Setiap klise memadatkan sebuah pengakuan cinta ke dalam satu gerakan, dan justru seru karena serba berlebihan. Di dunia nyata, menarik pergelangan tangan seseorang supaya ia tidak pergi terasa memaksa, bukan romantis. Pewaris chaebol jumlahnya sangat sedikit. Dan digendong di punggung memang manis di drakor, tetapi bukan tahap pacaran yang ditunggu-tunggu siapa pun.

Namun, beberapa detail memang diambil dari kehidupan nyata: teman yang mengatur kencan buta, momen deg-degan saat seseorang akhirnya mengungkapkan perasaan, pasangan yang merayakan 100 hari bersama, baju kembar saat jalan-jalan di akhir pekan. Bagian-bagian inilah yang layak diketahui.

Cara orang benar-benar bertemu: sogaeting
AI-generated illustration

Cara orang benar-benar bertemu: sogaeting

Jalur klasiknya adalah 소개팅 (sogaeting), kencan buta. Kata ini menggabungkan 소개 (sogae, perkenalan) dengan “-ting” dari kata bahasa Inggris meeting, dan Kamus Standar Bahasa Korea menjelaskannya sebagai pertemuan empat mata yang diatur oleh orang lain. Biasanya orang itu adalah teman bersama yang merasa dua kenalannya bakal cocok, memberikan nomor telepon, lalu menunggu laporan hasilnya.

Sebuah survei terbaru masih menempatkannya di urutan teratas. Dalam survei Februari 2025 oleh Daehak Naeil 20s Research Institute terhadap 500 orang berusia 19 sampai 39 tahun yang sedang berpacaran, 25,8 persen mengatakan pertama kali bertemu pasangannya lewat sogaeting, disusul kampus atau sekolah (21,4 persen) dan tempat kerja (16,4 persen). Di antara responden berusia 30-an, aplikasi kencan berada di urutan ketiga, sekitar 10 persen. Hampir separuh responden mengatakan tiga kali kencan adalah batas minimal sebelum resmi jadian.

Ada juga jalur lain. Mahasiswa mengenal 미팅 (miting), acara kumpul berkelompok antara mahasiswa dan mahasiswi untuk saling berkenalan. Lalu ada 맞선 (matseon), perkenalan resmi antara dua orang yang bertemu dengan tujuan menikah, kadang diatur oleh keluarga atau biro jodoh. Drakor senang menampilkan adegan matseon yang canggung; di dunia nyata, ini hanyalah salah satu pilihan bagi sebagian orang yang merasa sudah siap berumah tangga.

Dari “some” sampai hari pertama

Sebelum resmi berpacaran, dua orang sering berada di tahap 썸 (sseom), dari kata bahasa Inggris something. Urimalsaem, kamus terbuka Institut Nasional Bahasa Korea, mendefinisikan 썸 타다 (sseom tada) sebagai dekat layaknya orang pacaran, tetapi belum menjadi pasangan. Mirip masa PDKT: banyak chat, banyak menebak-nebak.

Yang biasanya mengakhiri tebak-tebakan itu adalah 고백 (gobaek), pengakuan perasaan, atau yang di Indonesia akrab disebut “nembak”. Salah satu mengatakannya terus terang, mungkin dengan kalimat sederhana 우리 사귈래? (uri sagwillae?, “kita pacaran, yuk?”), dan kalau jawabannya ya, hari itu menjadi hari pertama. Banyak pasangan mencatat hitungan hari bersama di ponsel mereka, dan hari ke-100 adalah perayaan besar pertama, sering dengan bunga, hadiah, atau makan malam istimewa; setelah itu menyusul hari ke-200, ke-300, dan seterusnya. Baju kembar untuk jalan-jalan dan cincin pasangan adalah cara populer untuk menunjukkan bahwa kamu sudah ada yang punya. Untuk urusan ini, drakor nyaris seperti film dokumenter.

Kenyataan yang menghalangi: kerja, jadwal, dan tinggal bersama orang tua
AI-generated illustration

Kenyataan yang menghalangi: kerja, jadwal, dan tinggal bersama orang tua

Tokoh drakor seolah punya malam bebas tanpa batas. Jadwal di dunia nyata jauh lebih padat. Menurut data OECD yang diberitakan The Korea Herald, rata-rata pekerja di Korea bekerja 1.833 jam pada 2025, 97 jam lebih banyak daripada rata-rata OECD, meski sudah bertahun-tahun menurun. Tambahkan waktu perjalanan, kuliah, dan ritme hidup yang terkenal serba cepat (baca tulisan kami tentang budaya ppalli-ppalli), maka banyak kencan terselip di sela makan malam hari kerja dan akhir pekan.

Kehidupan di rumah juga berpengaruh. Dalam Survei Kehidupan Anak Muda 2024 dari pemerintah, yang dirilis Maret 2025, 54,4 persen warga Korea berusia 19 sampai 34 tahun tinggal bersama orang tua, dan pendapat yang paling umum adalah waktu yang tepat untuk hidup mandiri ialah setelah punya cukup aset. Jadi kencan biasanya berakhir dengan masing-masing pulang ke rumah sendiri, dan kafe, restoran, taman, serta jalur di tepi sungai mengambil banyak peran yang di tempat lain dimainkan oleh apartemen.

Tinggal bersama sebelum menikah sudah lama dipandang negatif di Korea, tetapi pandangan itu berubah cepat. Dalam Survei Sosial 2024 oleh Statistics Korea, badan statistik resmi Korea, 67,4 persen setuju bahwa laki-laki dan perempuan bisa tinggal bersama tanpa menikah, naik dari 45,9 persen pada 2012. Rata-rata, pernikahan datang di awal usia 30-an: pada 2024, usia rata-rata pernikahan pertama adalah 33,9 tahun untuk laki-laki dan 31,6 tahun untuk perempuan.

Bergandengan tangan, chat, dan siapa yang bayar
AI-generated illustration

Bergandengan tangan, chat, dan siapa yang bayar

Di Korea, kemesraan di depan umum biasanya sederhana. Bergandengan tangan, menggandeng lengan, atau berpelukan sebentar adalah pemandangan sehari-hari; ciuman panjang dan penuh gairah di kereta bawah tanah yang penuh sesak lebih mungkin mengundang tatapan, terutama dari penumpang yang lebih tua. Normanya sudah lebih longgar dibanding dulu, dan batas yang dianggap wajar tetap berbeda-beda menurut orang dan tempat.

Banyak pasangan juga terus berkabar sepanjang hari, saling mengirim pesan soal sedang di mana dan tadi makan siang apa. Lalu siapa yang bayar? Tidak ada aturan tunggal. Ada pasangan yang membagi dua, ada yang bergantian, dan ada yang punya 데이트 통장 (deiteu tongjang, “rekening kencan”), rekening bersama yang diisi keduanya setiap bulan. Dalam survei Daehak Naeil 2025, responden mengaku menghabiskan rata-rata sekitar 354.000 won per bulan untuk kencan.

Kalau kamu berkunjung ke Korea

Jawaban singkat

Apakah pacaran di Korea seperti di drakor?

Tidak juga. Adegan-adegan besar itu fiksi. Banyak pasangan sungguhan bertemu lewat kencan buta yang diatur teman, di kampus, atau di kantor, meski beberapa kebiasaan di layar, seperti “nembak” dan perayaan 100 hari, memang nyata.

Apa itu sogaeting?

Kencan buta empat mata yang diatur oleh orang yang dikenal kedua pihak, biasanya teman. Dalam survei 2025 terhadap orang yang sedang berpacaran, inilah cara paling umum pasangan pertama kali bertemu.

Kenapa pasangan Korea merayakan 100 hari?

Pasangan menghitung hari sejak resmi berpacaran, dan hari ke-100 adalah tonggak besar pertama. Banyak yang terus merayakannya setiap 100 hari setelahnya.

Sumber

Lainnya dari MARU

Tanya orang Korea

Tanya orang Korea

Penasaran soal sesuatu di Korea? Tanyakan dalam bahasamu — orang Korea menjawab, dan jawabannya kami muat di sini (tanpa namamu).

Jangan sertakan informasi pribadi. Pertanyaanmu bisa dimuat bersama jawaban kami, selalu tanpa namamu.

Surat dari Korea

Setiap Jumat: cerita-cerita baru minggu ini, dijelaskan oleh orang Korea — dalam bahasamu.