Hari ke-1, ke-100, ke-1.000: Begini Budaya Pacaran di Korea
Cincin kembar, pesan selamat tidur, dan hari khusus pasangan hampir tiap bulan. Begini budaya pacaran di Korea, dan tiap pasangan punya gayanya sendiri.

Di banyak ponsel di Korea, ada angka kecil yang diam-diam terus menghitung: D+87, D+212, D+364. Itu bukan hitung mundur. Itu jumlah hari sebuah pasangan sudah bersama, dan ketika angkanya mencapai 100, kemungkinan besar akan ada bunga, makan malam istimewa, bahkan mungkin cincin kembar.
Penghitung kecil itu menggambarkan banyak hal tentang pacaran di Korea. Di sini, hubungan sering punya garis start yang jelas dan tonggak yang jelas pula, dan banyak pasangan merayakannya terang-terangan: hari jadi setiap 100 hari, cincin dan baju couple, pesan dari pagi sampai malam, serta kalender yang penuh hari khusus untuk pasangan (dan satu hari untuk para jomblo). Semua itu bukan aturan baku. Ada pasangan yang merayakan setiap tonggak, ada juga yang tidak peduli sama sekali, dan orang Korea sama beragamnya dengan orang di mana pun. Namun kebiasaan ini dikenal luas, dan memahaminya membuat banyak hal dalam kehidupan Korea, juga dalam drama Korea, jadi lebih mudah dimengerti.
Semuanya dimulai dengan pengakuan cinta
Sebelum pacaran, sering ada fase 썸 (sseom), dari kata bahasa Inggris something. Itulah fase samar ketika dua orang jelas saling tertarik, tetapi belum ada status apa pun, mirip masa PDKT. Urimalsaem, kamus terbuka milik Institut Nasional Bahasa Korea, mengartikan 썸 타다 (sseom tada) sebagai dekat seperti orang pacaran, padahal belum resmi jadi pasangan.
Yang biasanya mengakhiri fase sseom adalah 고백 (gobaek), harfiahnya "pengakuan": satu orang mengungkapkan perasaannya dan mengajak yang lain berpacaran, alias "nembak". Dalam seri tahun 2022 tentang pacaran di Korea, The Korea Herald menggambarkan langkah ini sebagai momen yang mengubah dua orang menjadi pasangan. Kalau jawabannya ya, ungkapan riang yang sering dipakai adalah 오늘부터 1일 (oneulbuteo iril): "Mulai hari ini, hari pertama."

Menghitung dari hari pertama
"Hari pertama" itu benar-benar dihitung. Pasangan Korea biasanya menghitung hari jadian sebagai hari ke-1, bukan hari ke-0, jadi hari ke-100 jatuh 99 hari kemudian. Bahkan ada "hari pengakuan cinta" tidak resmi yang bernada bercanda pada 17 September: kalau jadian hari itu, hari ke-100 kalian jatuh tepat di hari Natal.
Hari ke-100, 백일 (baegil), adalah tonggak besar pertama, disusul 200 dan 300 hari, ulang tahun jadian pertama, dan bagi yang paling setia, 1.000 hari. Menurut The Korea Herald, pasangan biasanya merayakan hari-hari ini dengan bertukar bunga dan hadiah, makan di tempat yang istimewa, atau pergi liburan singkat bersama. Aplikasi pasangan dan widget di ponsel yang menghitungnya, jadi tidak perlu menghitung pakai jari.
Angka 100 sudah punya sejarah panjang di Korea. Baegil juga nama perayaan 100 hari kelahiran bayi, salah satu tonggak keluarga paling tua. Ensiklopedia Budaya Korea menjelaskan bahwa tradisi ini lahir di masa ketika banyak bayi tidak bertahan hidup melewati bulan-bulan pertamanya, sehingga mencapai hari ke-100 adalah alasan untuk berpesta. Jadi saat pasangan merayakan 100 hari mereka, angka itu memang sudah terdengar seperti perayaan.
Barang couple: cinta yang bisa dipakai
Saat akhir pekan di kawasan ramai di Seoul, kamu mungkin melihat pasangan dengan hoodie kembar atau sneakers yang sama persis. Inilah 커플룩 (keopeulluk, "couple look"). Pada 2022 The Korea Herald mencatat bahwa tagar Korea untuk gaya ini sudah punya lebih dari 3,3 juta unggahan di Instagram, dan pasangan memakainya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bersama, sekaligus supaya merasa dekat.
Barang couple yang klasik adalah 커플링 (keopeulling, cincin couple). Ini bukan cincin tunangan, hanya tanda bahwa dua orang sedang berpacaran, dan sebagian pasangan bertukar cincin untuk menandai momen seperti hari ke-100. Ada juga yang memilih cara lebih halus, seperti casing ponsel atau piyama kembar, atau sekadar menyamakan warna alih-alih berpakaian sama persis. Dan banyak orang Korea merasa baju kembar itu agak berlebihan sehingga tidak memakainya. Di Korea, couple look adalah pilihan, bukan kewajiban.

Selamat pagi, selamat tidur: selalu terhubung
Satu hal yang sering mengejutkan orang asing yang berpacaran di Korea adalah betapa seringnya pasangan saling berkabar. Dalam seri The Korea Herald, orang asing yang berpasangan dengan orang Korea menggambarkan telepon dan pesan sepanjang hari: lagi di mana, lagi apa, makan apa. Bagi banyak pasangan, sapaan pagi dan pesan selamat tidur memang sudah jadi rutinitas.
Sebagian besar komunikasi ini terjadi di KakaoTalk, aplikasi pesan yang dipakai oleh sebagian besar orang di Korea. Aplikasi ini menampilkan angka "1" kecil di samping pesan sampai lawan bicara membukanya, sehingga "sudah dibaca tapi belum dibalas" punya tempat tersendiri dalam daftar kegalauan orang pacaran. Banyak pesan itu intinya sederhana: 밥 먹었어? (bap meogeosseo?, "Sudah makan?"), cara sehari-hari orang Korea untuk bilang "aku peduli", yang kami bahas di artikel kami tentang sapaan "sudah makan?".
Seberapa sering berkabar yang terasa "normal" berbeda-beda di tiap pasangan. Kalau kamu sedang dekat dengan seseorang di Korea, lebih baik dibicarakan terus terang daripada menebak-nebak.
Kalender penuh hari untuk pasangan
Korea mengubah tanggal 14 setiap bulan menjadi semacam kalender cinta tidak resmi. Dua tanggal di antaranya pasti terasa akrab, tapi dengan sedikit kejutan. Pada Hari Valentine (14 Februari), menurut tradisinya perempuanlah yang memberi cokelat kepada laki-laki. Sebulan kemudian, pada White Day (14 Maret), laki-laki membalasnya, sering kali dengan permen.
Lalu datang Black Day (14 April), untuk siapa saja yang tidak menerima apa-apa di kedua hari itu. Para jomblo berkumpul, kadang berbaju hitam, untuk makan 짜장면 (jjajangmyeon, mi dengan saus kental berwarna hitam dari pasta kedelai fermentasi) sambil menertawakan nasib. Ada juga daftar yang memberi nama "hari" untuk setiap tanggal 14 lainnya, dari Rose Day di bulan Mei sampai Hug Day di bulan Desember, tapi hanya sedikit orang yang mengikuti semuanya.
Pepero Day (11 November) dinamai dari stik biskuit tipis berlapis cokelat yang bentuknya mirip angka 1. Menurut The Korea Times, hari ini bermula pada pertengahan 1990-an di kalangan remaja putri di wilayah tenggara Korea, yang saling bertukar stik itu sambil berharap tetap langsing, dan perusahaan pembuat camilannya baru mulai mempromosikan hari ini pada 1997. Kini teman, rekan kerja, keluarga, dan pasangan ikut merayakannya. Tanggal yang sama juga merupakan Hari Petani, dan sejak 2006 kementerian pertanian Korea mempromosikannya sebagai 가래떡데이 (garaetteok-dei), hari untuk berbagi batang kue beras panjang sebagai gantinya.
Lalu ada Natal. Di Korea, Natal adalah hari libur nasional, dan bagi banyak pasangan, malam Natal adalah salah satu malam kencan terbesar dalam setahun. The Korea Herald mengingatkan sedikit sejarahnya: dari 1945 sampai 1982 Korea memberlakukan jam malam mulai tengah malam, dan malam Natal adalah salah satu dari sedikit malam ketika jam malam itu ditiadakan.

Rute kencan, kafe, dan siapa yang bayar
Di Korea, orang sering merencanakan 데이트 코스 (deiteu koseu, "rute kencan"): urutan kegiatan seharian, misalnya makan, ngopi di kafe, jalan-jalan, lalu mungkin nonton film. Kafe hampir selalu ada di daftar, begitu juga photobooth. The Korea Herald melaporkan pada 2023 bahwa studio swafoto seperti ini sedang booming, dengan sebagian besar pelanggannya remaja dan anak muda usia 20-an.
Soal siapa yang bayar juga sudah berubah. The Korea Herald mencatat bahwa anggapan lama bahwa laki-laki harus menanggung sebagian besar biaya kencan sudah tidak berlaku bagi banyak pasangan yang mengutamakan keadilan, dan sebagian kini memakai 데이트 통장 (deiteu tongjang, "rekening kencan"), rekening bank bersama yang diisi oleh keduanya. Cara ini masih jauh dari umum, tetapi terus bertambah: Korea JoongAng Daily melaporkan pada 2025 bahwa jumlah rekening kencan di salah satu bank digital terbesar Korea naik dari sekitar 360.000 pada akhir 2021 menjadi sekitar 570.000 pada Mei 2025.
Kalau kamu berkunjung ke Korea
- Tanyakan kepada pasanganmu hari jadi mana yang penting baginya. Ada pasangan yang merayakan setiap 100 hari, ada juga yang cukup ulang tahun dan satu tahun jadian. Dua-duanya tidak salah.
- Hitung hari jadian sebagai hari ke-1 kalau kamu ingin hari ke-100 kalian cocok dengan kalender pasangan Korea-mu.
- Pelajari panggilan sayang. Pasangan sering saling memanggil 자기야 (jagiya, "sayang"), dan sebagian perempuan memanggil pacar yang lebih tua dengan 오빠 (oppa), kata yang kami jelaskan di panduan kami tentang oppa, unnie, hyung, dan noona.
- Ikut meramaikan Pepero Day atau Black Day bersama teman. Keduanya santai dan bukan hanya untuk pasangan.
- Jangan menjadikan romansa drama Korea sebagai buku panduan. Pasangan sungguhan di Korea sama beragamnya dengan di mana pun, dan tidak ada satu gambaran yang cocok untuk semua laki-laki atau semua perempuan Korea.
- Jangan mengira cincin couple berarti tunangan. Biasanya artinya hanya "kami pacaran".
Jawaban singkat
Kenapa pasangan Korea merayakan 100 hari jadian?
Hari ke-100 adalah tonggak besar pertama dalam hubungan di Korea, dan banyak pasangan terus merayakannya setiap 100 hari. Angka ini juga mengingatkan pada baegil, perayaan tradisional 100 hari kelahiran bayi.
Apakah pasangan Korea menghitung hari jadian sebagai hari ke-1?
Ya, biasanya begitu. Hari jadian adalah hari ke-1, jadi hari ke-100 jatuh 99 hari kemudian.
Apa itu Black Day di Korea?
Tanggal 14 April adalah hari tidak resmi bagi para jomblo yang tidak menerima apa-apa saat Valentine maupun White Day. Banyak yang berkumpul untuk makan jjajangmyeon, mi saus hitam, dan menjadikan status jomblo sebagai lelucon bersama.


