Apakah tidak sopan menuang minuman sendiri di Korea?
Di depan orang yang lebih tua, atasan, atau orang yang baru kamu kenal, ya, bisa terkesan agak kurang sopan. Di antara teman akrab yang seumuran, hampir tidak ada yang mempermasalahkannya, dan banyak anak muda Korea menuang gelasnya sendiri tanpa pikir panjang.
Menuang untuk diri sendiri bahkan punya nama, 자작 (jajak, "menuang minuman sendiri"), dan hal ini terasa mencolok karena meja makan Korea bekerja sebaliknya. Semua orang saling memperhatikan gelas satu sama lain: saat gelasmu kosong, seseorang mengisinya; saat gelas mereka kosong, kamu yang membalas. Kalau kamu meraih botol hanya untuk mengisi gelasmu sendiri, kesannya seperti minum sendirian di tengah kelompok, atau seolah menyindir bahwa tak ada yang memperhatikanmu. Logika saling menjaga ini juga terlihat di atas panggangan: dalam aturan tak tertulis BBQ Korea, orang yang paling muda biasanya menawarkan diri memanggang daging untuk seisi meja. Bahkan ada takhayul setengah bercanda: kalau kamu menuang sendiri, orang yang duduk di depanmu bakal sial, atau dalam versi lain, dia bakal lama jomblo. Tak ada yang benar-benar percaya, tapi selalu ada yang menyebutnya sambil tertawa.
Dengan orang yang lebih tua, aturannya lebih tegas: tuang untuk mereka dengan dua tangan, terima dengan dua tangan, dan biarkan mereka yang menuangkan untukmu. Seluruh "koreografinya", mulai dari memalingkan wajah saat minum sampai alasan gelas yang masih setengah tidak ditambah, ada di panduan kami tentang etika minum dengan yang lebih tua di Korea.
Meski begitu, aturannya kini makin longgar. Minum sendirian, 혼술 (honsul, "minum sendiri"), sudah jadi hal biasa, dan ada orang Korea yang berpendapat menuang sendiri justru lebih sehat, karena setiap orang bisa mengatur kecepatan minumnya sendiri alih-alih terbawa arus isi ulang demi isi ulang.
Kalau gelasmu kosong dan kamu ingin tambah, cara paling luwes adalah menuangkan untuk orang lain lebih dulu: hampir pasti dia akan mengambil botol dan mengisi gelasmu. Dengan teman, kamu juga bisa tertawa dan bilang mau menuang sendiri. Kalau sudah tidak ingin minum, sisakan sedikit di gelas; selama belum kosong, tidak akan ada yang mengisinya lagi.


