11 Oktober 2026

Ruang keluarga Korea — cerita dari orang Korea, dalam bahasamu

Keseharian

Meja untuk Satu: Lebih dari Sepertiga Rumah di Korea Dihuni Satu Orang

Rumah tangga satu orang kini jenis yang paling umum di Korea. Kenalan dengan honjok, serta kursi, porsi, dan kamar yang dibuat untuk satu orang.

Oleh Hansol · editor MARU · · 6 menit baca
Meja untuk Satu: Lebih dari Sepertiga Rumah di Korea Dihuni Satu Orang
Foto: cityintake / Pexels

Masuklah saat jam makan siang ke salah satu restoran BBQ khusus satu orang di pusat kota Seoul, dan kamu akan melihat deretan kursi di sepanjang dinding, masing-masing dengan panggangan kecil sendiri dan sekat tipis di kiri-kanannya. Pekerja kantoran, mahasiswa, dan sesekali turis duduk berdampingan, memakai earphone, memanggang daging untuk diri sendiri. Tak ada yang sedang menunggu teman. Belum lama ini, makan daging panggang sendirian di Korea masih bisa mengundang tatapan heran. Sekarang, itu cuma makan siang biasa.

Di balik pemandangan itu ada perubahan besar dalam cara orang Korea hidup. Dalam sensus 2025 yang dirilis pada Juli 2026, 8,24 juta rumah tangga di Korea hanya beranggotakan satu orang: 36,6% dari seluruh rumah tangga, proporsi tertinggi yang pernah tercatat. Sejak 2015, rumah tangga satu orang menjadi ukuran rumah tangga yang paling umum di Korea. Orang tinggal sendiri karena pindah demi pekerjaan atau sekolah, karena menikah lebih lambat atau tidak menikah, atau karena ditinggal wafat pasangannya, dan Korea pelan-pelan menata ulang restoran, hunian, belanjaan, bahkan bahasa gaulnya untuk mereka.

Dari keluarga berempat ke meja untuk satu

Pada tahun 1990-an hingga awal 2000-an, rumah tangga yang paling umum di Korea adalah keluarga beranggotakan empat orang. Lalu angkanya bergeser cepat. Rumah tangga dua orang memimpin pada 2010, dan dalam sensus 2015 rumah tangga satu orang menyalipnya dengan 27,2%. Pada 2025 proporsinya mencapai 36,6%, naik dari 23,9% pada 2010, menurut lembaga statistik nasional yang lama dikenal sebagai Statistics Korea dan pada 2025 berganti nama menjadi Kementerian Data dan Statistik.

Tinggal sendiri di Korea bukan satu gaya hidup, melainkan beberapa. Di antara pria yang tinggal sendiri, kelompok usia terbesar adalah usia 30-an; di antara wanita, usia 60-an. Saat sensus 2020 menanyakan alasan orang tinggal sendiri, jawaban yang paling umum, dari sekitar sepertiga responden, adalah pekerjaan mereka sendiri. Dalam pendataan yang sama, sekitar separuh orang yang tinggal sendiri belum pernah menikah, dan sekitar satu dari lima telah kehilangan pasangan. Warga lanjut usia juga makin besar porsinya: pada 2025, kira-kira satu dari sepuluh rumah tangga adalah orang berusia 65 tahun ke atas yang tinggal sendiri.

Honjok: sebutan untuk yang serba sendiri

Seiring makin banyaknya orang yang tinggal sendiri, bahasa pun ikut menyesuaikan. Ambil kata 혼자 (honja, sendirian), potong menjadi 혼 (hon), lalu tempelkan ke hampir apa saja. 혼밥 (honbap) berarti makan sendirian, dari bap, nasi atau makanan. 혼술 (honsul) berarti minum alkohol sendirian, dari sul, minuman beralkohol. 혼영 (honyeong) berarti nonton film di bioskop sendirian. Orang yang senang melakukan semua itu disebut 혼족 (honjok), karena 족 (jok) berarti suku atau kelompok orang.

Kata-kata ini terdengar jenaka, tetapi meredakan rasa canggung yang nyata. Makanan Korea dirancang untuk dinikmati bersama: sepanci sup di tengah meja, lauk pendamping untuk semua orang, dan sapaan yang secara harfiah menanyakan apakah kamu sudah makan. Makan sendirian bisa memberi kesan kamu tak punya teman makan, dan banyak orang merasa diperhatikan pengunjung lain. Nama yang ceria membantu mengubahnya dari sesuatu yang disembunyikan menjadi sesuatu yang dipilih. Televisi juga berperan. Acara MBC 나 혼자 산다 (Na Honja Sanda, “Aku Tinggal Sendiri”), yang mengikuti keseharian selebritas yang tinggal sendiri, pertama tayang pada 2013 dan sudah mengudara lebih dari satu dekade, dan pada 2016 drama tvN 혼술남녀 (Honsul Namnyeo, “Drinking Solo”) memakai kata honsul sebagai judulnya.

Level honbap dan restoran yang ikut naik level
Foto: lazy fri13th, CC BY 2.0 / Wikimedia Commons

Level honbap dan restoran yang ikut naik level

Warganet Korea bahkan mengubah makan sendirian menjadi semacam permainan. Sebuah bagan “level honbap” yang banyak dibagikan mengurutkan tempat makan berdasarkan seberapa besar nyali yang dibutuhkan untuk makan di sana sendirian. Versinya beragam, tetapi tangganya biasanya dimulai dari mi instan di minimarket, naik ke kantin sekolah, restoran cepat saji, dan rumah makan biasa, lalu menempatkan BBQ Korea hampir di puncak. Di banyak versi, level terakhirnya adalah minum sendirian di bar.

BBQ berada setinggi itu bukan tanpa alasan. BBQ Korea adalah ritual kelompok, dengan panggangan bersama, penjepit, dan bungkus selada, dan sebagian restoran yang dirancang untuk rombongan hanya menjual menu tertentu minimal dua porsi. Pada akhir 2024, sebuah restoran yang tadinya hanya melayani pesanan dua porsi menjadi berita karena mulai menjual satu porsi dengan tambahan 1.000 won untuk menutup biaya lauk pendamping. Pihak restoran mengatakan pelanggan yang datang sendirian justru merasa lebih nyaman karena aturannya jelas.

Kini makin banyak tempat yang sejak awal dirancang untuk satu orang. Di Seoul sudah buka restoran BBQ dan shabu-shabu khusus satu orang dengan panggangan pribadi dan sekat, dan kedai mi mendudukkan pelanggan di meja bar bersekat. Layanan pesan antar juga berubah. Selama bertahun-tahun, batas minimum pesanan membuat orang sulit memesan satu porsi saja, maka pada 2025 salah satu aplikasi pesan antar terbesar meluncurkan kategori pesanan satu mangkuk tanpa minimum, yang tembus satu juta pengguna dalam sekitar dua bulan.

Honsul: akhirnya menuang gelas sendiri

Minum sendirian diam-diam melanggar salah satu aturan meja paling terkenal di Korea. Saat minum bersama orang lain, kamu tidak menuang minumanmu sendiri: menuang untuk diri sendiri, yang disebut 자작 (jajak), biasanya dihindari. Honsul membuat aturan itu tak berlaku. Di rumah atau di kursi bar, kamu menuang sendiri, dan tak ada yang keberatan.

Ketika kata ini populer pada pertengahan 2010-an, ia menggambarkan orang usia 20-an dan 30-an yang terlalu sibuk untuk acara minum yang layak bersama teman, atau yang memang lebih suka minum dengan tenang sendirian. Bar dan restoran menanggapinya dengan kursi bar dan minuman per gelas. Pada Mei 2024, pemerintah mengubah aturan izin minuman beralkohol untuk menegaskan bahwa restoran boleh menjual minuman beralkohol apa pun per gelas, termasuk soju, sehingga memesan satu 잔 (jan, gelas) tak lagi berada di wilayah abu-abu.

Kamar untuk satu: one-room dan officetel
Foto: Hyeok Jang / Pexels

Kamar untuk satu: one-room dan officetel

Kompleks apartemen Korea yang terkenal itu sebagian besar adalah wilayah keluarga. Pada 2024, 35,9% rumah tangga satu orang tinggal di apartemen, dibandingkan 53,9% dari seluruh rumah tangga. Banyak yang tinggal sendiri justru menyewa 원룸 (wonrum, “satu ruangan”), sebutan Korea untuk unit studio: tempat tidur, dapur kecil, dan kamar mandi dalam satu ruang ringkas, sering kali di gedung kecil berisi banyak unit di dekat kampus, perkantoran, dan stasiun kereta bawah tanah. Pada 2020, sekitar empat dari sepuluh rumah tangga satu orang membayar sewa bulanan, 월세 (wolse), yang biasanya disertai uang jaminan yang dikembalikan di akhir masa sewa.

Alamat klasik lain bagi yang tinggal sendiri adalah 오피스텔 (opiseutel, officetel), gabungan kata “office” (kantor) dan “hotel”. Menurut Undang-Undang Bangunan Gedung, officetel tergolong bangunan perkantoran, tetapi Undang-Undang Perumahan memperlakukannya sebagai “semi-hunian”, dan banyak officetel ditinggali penuh waktu sebagai studio ringkas yang dekat dengan transportasi umum.

Belanjaan pun ikut mengecil. Supermarket menjual kemasan kecil dan buah potong untuk rumah tangga satu dan dua orang; pada musim panas 2025, ketika harga rata-rata satu semangka utuh hampir 30.000 won, sebuah jaringan supermarket besar melaporkan lonjakan penjualan semangka potong. Dan bagi banyak orang yang tinggal sendiri, minimarket di lingkungan rumah, dengan makanan porsi tunggal dan meja di dekat jendela, nyaris berfungsi seperti dapur bersama.

Kalau kamu makan sendirian di Korea

Jawaban singkat

Kenapa banyak orang Korea tinggal sendiri?

Pekerjaan dan sekolah menarik orang ke kota, banyak yang menikah lebih lambat atau tidak menikah, dan makin banyak lansia tinggal sendiri setelah kehilangan pasangan. Dalam sensus 2025, 36,6% rumah tangga Korea hanya beranggotakan satu orang.

Apa arti honbap dalam bahasa Korea?

혼밥 (honbap) berarti makan sendirian. Honsul berarti minum alkohol sendirian, dan honjok adalah orang-orang yang senang melakukan berbagai hal sendiri.

Apakah aneh makan sendirian di Korea?

Tidak lagi. Orang yang makan sendirian ada di mana-mana, banyak restoran punya kursi bar atau menu satu porsi, dan hanya sebagian tempat yang dirancang untuk rombongan, seperti restoran BBQ, yang mungkin meminta minimal dua porsi.

Sumber

Lainnya dari MARU

Tanya orang Korea

Tanya orang Korea

Penasaran soal sesuatu di Korea? Tanyakan dalam bahasamu — Hansol, editor MARU, menjawab, dan jawabannya kami muat di sini (tanpa namamu).

Jangan sertakan informasi pribadi. Pertanyaanmu bisa dimuat bersama jawaban kami, selalu tanpa namamu.

Surat dari Korea

Setiap Jumat: cerita-cerita baru minggu ini, dijelaskan oleh orang Korea — dalam bahasamu.