Kamu Bayar Makan, Aku Traktir Kopi: Cara Pasangan Korea Bayar Kencan
Dulu, yang diharapkan adalah pria yang membayar. Kini banyak pasangan Korea bergantian bayar, split bill, atau punya “rekening kencan” bersama.

Makan malam selesai, dan salah satu dari kalian sudah berjalan ke kasir dekat pintu, tempat orang biasanya membayar di restoran Korea. Beberapa menit kemudian, di kafe sebelah, yang satu lagi maju duluan dan berkata 커피는 내가 살게 (keopineun naega salge, “kopinya aku yang traktir”). Tidak ada yang mengeluarkan kalkulator, dan tidak ada yang menghitung utang keras-keras. Bagi banyak pasangan Korea, pertukaran kecil inilah cara urusan uang dalam kencan berjalan saat ini.
Jadi, siapa yang bayar saat kencan di Korea? Tidak ada satu aturan pasti. Dulu, selama bertahun-tahun, skenario yang diharapkan adalah pria membayar sebagian besar biaya kencan. Kini banyak pasangan bergantian membayar, membagi tagihan, atau menabung di “rekening kencan” bersama, dan setiap pasangan menemukan caranya sendiri. Bacalah tulisan ini sebagai gambaran kebiasaan umum, bukan buku aturan: orang Korea sama beragamnya dengan orang di mana pun. Kisah ini bagian dari seri Kencan di Korea kami, yang dibuka dengan perbandingan pacaran sungguhan dengan drakor.
Skenario lama: satu dompet untuk berdua
Selama puluhan tahun polanya sederhana: saat kencan, pria yang mengambil tagihan. Pada 2012, The Korea Times menggambarkan bahwa dalam masyarakat yang didominasi pria, uangnya biasanya keluar dari dompet pria, tak peduli siapa yang mengajak siapa, dan membayar dianggap sebagai bentuk sikap ksatria. Laporan The Korea Herald tahun 2023 merangkumnya dengan cara yang sama: secara tradisional, pria diharapkan menanggung sebagian besar biaya kencan.
Harapan itu lahir dari kebiasaan yang lebih luas. Di Korea, makan bersama sejak lama biasanya dibayar oleh satu orang, bukan dibagi per piring. Bahkan ada kata khusus untuk itu, 한턱내다 (hanteok naeda, mentraktir semua orang), dan di antara teman atau rekan kerja, yang mentraktir secara tradisional adalah yang lebih tua atau lebih senior. Kencan mengikuti logika serupa pada masa ketika pria lebih sering menjadi pencari nafkah utama. Laporan Korea JoongAng Daily tahun 2025 membandingkan model lama itu dengan pasangan masa kini, yang cenderung berbagi pengeluaran secara lebih setara.
Sebagian skenario lama itu masih tersisa. Ada yang masih suka mentraktir di kencan pertama, dan ada juga yang punya pendapat kuat ke arah mana pun. Namun gagasan bahwa satu orang harus selalu membayar makin memudar, terutama di kalangan pasangan muda yang memandang kencan sebagai sesuatu yang dijalani berdua.

“Dutch pay”: kata Korea yang terdengar seperti bahasa Inggris
Saat orang Korea membagi tagihan, mereka menyebutnya 더치페이 (deochi pei, “Dutch pay”). Kedengarannya bahasa Inggris, tetapi sebenarnya ini Konglish, versi Korea dari ungkapan Inggris “going Dutch” (bayar masing-masing). Kamus Baku Bahasa Korea mendefinisikannya secara sederhana sebagai setiap orang menanggung biayanya sendiri. Institut Nasional Bahasa Korea pernah mengusulkan padanan asli Korea, 각자내기 (gakja naegi, “bayar masing-masing”), tetapi yang melekat tetap “Dutch pay”. Kerabat dekatnya adalah N빵 (en-ppang), bahasa gaul untuk membagi total tagihan dengan N, yaitu jumlah orang di meja.
Di antara teman dan rekan kerja, bayar masing-masing adalah hal sehari-hari di Korea. Dengan pacar, tidak seotomatis itu. Dalam survei Hankook Research tahun 2022 yang diberitakan harian Financial News, 82 persen responden mengaku sering atau kadang-kadang bayar masing-masing dengan teman dan 72 persen dengan rekan kerja, tetapi hanya 37 persen dengan pacar. Saat ditanya apa yang adil jika salah satu pihak lebih mampu, 52 persen menjawab orang itu sebaiknya membayar lebih banyak, sementara 46 persen memilih dibagi. Dengan kata lain, banyak orang Korea santai saja split bill dengan teman, tetapi soal uang dengan pacar mereka lebih luwes dan personal.

Kamu bayar makan, aku traktir kopi
Kalau ada satu kebiasaan yang merangkum urusan bayar-membayar dalam kencan di Korea saat ini, itulah bergantian. Kencan yang umum adalah rangkaian beberapa tempat, yang sering direncanakan sebagai “date course” (rute kencan): makan, ngopi di kafe, mungkin nonton film atau jalan-jalan di tepi sungai. Itu membuat bergantian jadi mudah. Satu orang membayar makan malam, yang lain mentraktir kopi, lalu lain kali gantian.
Survei mendukung hal ini. Dalam survei tahun 2026 terhadap 1.485 orang berusia 20-an dan 30-an oleh perusahaan pengelola aplikasi kencan Wippy, yang diberitakan The Korea Herald, jawaban paling umum di kalangan perempuan (40,8 persen) adalah pasangan bergantian membayar, dan 31,5 persen lainnya menjawab tergantung situasi. Di kalangan pria, 40 persen menjawab tergantung situasi dan 32,1 persen mengatakan mereka bergantian.
Bergantian tidak selalu berarti persis sama. Dalam survei tahun 2026 terhadap 506 lajang berusia 25 hingga 39 tahun oleh agen perjodohan Gayeon, yang diberitakan Korea JoongAng Daily pada September, biaya rata-rata satu kali kencan adalah 115.000 won. Pria mengaku menghabiskan rata-rata 145.800 won per kencan dan perempuan 84.000 won, dan rata-rata responden menganggap pembagian yang adil kira-kira 60 banding 40, dengan pria membayar sedikit lebih banyak. Lebih dari separuh (55,7 persen) mengaku tidak pernah bertengkar soal biaya kencan, sementara 17,8 persen pernah. Survei dari perusahaan kencan memang bukan statistik resmi, tetapi arahnya sama: pasangan Korea bernegosiasi, bukan mengikuti satu aturan baku.

Rekening kencan: satu kartu untuk berdua
Sebagian pasangan melewatkan sistem bergantian dan memilih mengumpulkan uang. 데이트 통장 (deiteu tongjang, “rekening kencan”) adalah rekening bank bersama khusus untuk kencan. Biasanya salah satu membuka rekening grup di aplikasi bank lalu mengundang pasangannya, keduanya menyetor jumlah tetap setiap bulan, dan biaya makan, tiket bioskop, serta kopi diambil dari situ. Setiap transaksi muncul sebagai notifikasi di ponsel keduanya, jadi tidak perlu lagi mengingat siapa yang terakhir membayar.
Kebiasaan ini terus tumbuh, tetapi bukan untuk semua orang. Di KakaoBank, salah satu bank digital terbesar di Korea, jumlah rekening kencan naik dari sekitar 360.000 pada akhir 2021 menjadi sekitar 570.000 pada akhir Mei 2025, menurut Korea JoongAng Daily, dan hampir sembilan dari sepuluh penggunanya berusia 20-an atau 30-an. Meski begitu, ketika koran itu bertanya secara informal kepada sekitar selusin orang di kelompok usia tersebut, hanya satu pasangan yang pernah memakainya. Sama seperti cincin couple dan perayaan 100 hari (baca kisah kami tentang budaya pacaran di Korea), ini adalah kebiasaan yang disukai sebagian pasangan dan dilewatkan oleh yang lain.
Penggunanya menyukai transparansinya dan tak ada lagi momen canggung di kasir. Namun kekurangannya juga nyata. The Korea Herald melaporkan pada 2023 bahwa sering kali salah satu pihak akhirnya menyetor lebih banyak, tanggal setoran terlupa, dan putus bisa jadi rumit karena rekeningnya biasanya atas nama satu orang. Pasangan lain memilih tanpa rekening sama sekali: satu orang membayar, lalu yang lain mentransfer bagiannya lewat ponsel.
Kalau kamu berkencan dengan orang Korea
- Tawarkan untuk membayar bagianmu, atau mentraktir di tempat berikutnya. Meski teman kencanmu bersikeras mentraktir kali ini, tawaranmu tetap dihargai.
- Ucapkan terima kasih saat ditraktir: 잘 먹었습니다 (jal meogeotseumnida, “saya sudah makan dengan baik”, artinya “terima kasih atas makanannya”), atau versi santai 잘 먹었어 (jal meogeosseo) kepada pacar. Kisah kami tentang sapaan “Sudah makan?” menjelaskan kenapa obrolan soal makanan terasa begitu hangat di Korea.
- Ambil giliranmu. 다음엔 내가 살게 (daeumen naega salge, “lain kali aku yang traktir”) menjaga keseimbangan tanpa mengubah kencan jadi pembukuan.
- Bicarakan hal ini saat hubungan mulai serius. Bergantian, split bill, atau rekening kencan: tidak ada yang lebih “Korea” dari yang lain. Yang penting, kalian berdua merasa adil.
- Jangan berasumsi apa pun berdasarkan gender atau kewarganegaraan seseorang. Ada orang Korea yang senang mentraktir, ada yang lebih suka selalu bayar masing-masing, dan banyak yang berada di tengah-tengah.
Jawaban singkat
Apakah pria selalu membayar saat kencan di Korea?
Tidak. Pria membayar sebagian besar biaya kencan adalah harapan tradisional, dan sebagian orang masih suka mentraktir, terutama di kencan pertama. Kini banyak pasangan bergantian membayar, split bill, atau punya rekening kencan, dan caranya berbeda-beda di setiap pasangan.
Apa itu rekening kencan di Korea?
데이트 통장 (deiteu tongjang) adalah rekening bank bersama yang diisi kedua pasangan setiap bulan untuk membiayai kencan. Jumlahnya terus bertambah di kalangan usia 20-an dan 30-an, tetapi masih jauh dari kebiasaan umum.
Apa arti “Dutch pay” dalam bahasa Korea?
더치페이 (deochi pei) adalah kata Korea untuk membagi tagihan sehingga setiap orang membayar bagiannya sendiri. Ini Konglish, berasal dari ungkapan Inggris “going Dutch”.


