Sebelum Mendunia, 'APT.' Adalah Permainan Minum Orang Korea
Di balik lagu hit Rosé dan Bruno Mars ada permainan tumpuk tangan yang akrab di meja minum orang Korea. Begini cara mainnya, dan kenapa Korea tertawa.

Di meja minum di Korea, saat sebuah permainan akan dimulai gampang sekali dikenali. Seseorang menyerukan nama temannya, seisi meja menyahut dengan berirama, lalu semuanya ditutup dengan teriakan: game start! Karena itu, ketika “APT.” milik Rosé dibuka dengan 채영이가 좋아하는 랜덤 게임 (Chaeyeong-iga joahaneun raendeom geim, “permainan acak favorit Chae-young”), orang Korea langsung paham tanpa perlu terjemahan. Chae-young adalah nama Korea Rosé, Park Chae-young, dan kalimat itu persis cara orang Korea membuka satu ronde saat minum bersama teman.
Lagunya dinamai sesuai permainan yang menyusul sesudahnya. 아파트 (apateu) adalah kata Korea untuk “apartemen”, sekaligus nama permainan minum sederhana dengan menumpuk tangan yang sudah lama jadi favorit di acara kumpul mahasiswa Korea. Dalam pernyataan yang dirilis agensinya, The Black Label, Rosé menyebut ini permainan minum Korea favoritnya, yang biasa ia mainkan bersama teman-temannya karena sederhana dan mencairkan suasana. Suatu malam di studio, ia mengajarkannya kepada timnya. Semua orang menyukai nyanyiannya, ia mengusulkan untuk menjadikannya lagu, dan setelah Bruno Mars bergabung, sisanya tinggal sejarah.
Cara main apateu
Yang dibutuhkan hanya sekelompok teman yang duduk melingkar. Menurut The Korea Herald dan The Korea Times, satu ronde berjalan seperti ini:
- Semua orang menyanyikan “apateu, apateu”, biasanya sambil menyilangkan tangan ke kiri dan ke kanan di tengah lingkaran.
- Setelah nyanyian selesai, semua pemain menumpuk tangan menjadi satu menara di tengah. Setiap tangan adalah satu lantai gedung.
- Orang yang memulai ronde menyebutkan satu angka: misalnya, lantai 7.
- Tangan paling bawah ditarik keluar lalu diletakkan di paling atas, disusul tangan berikutnya, sementara semua orang menghitung lantai dengan suara keras.
- Yang meletakkan tangan di paling atas saat hitungan mencapai angka itu kalah, lalu minum seteguk atau, di banyak kelompok, menjalankan tantangan kecil.
Tidak perlu keahlian apa pun: hanya irama, keriuhan, dan rasa tegang melihat tanganmu naik menuju lantai “maut”. Itulah sebabnya permainan ini ampuh untuk mencairkan suasana.
Namanya juga pas sekali dengan Korea. Di kota-kota Korea, apartemen adalah hunian yang paling umum: The Korea Herald mencatat bahwa 51,9 persen orang Korea tinggal di apartemen pada 2022. Permainan yang mengubah tanganmu menjadi gedung pencakar langit adalah lelucon yang sangat Korea.

Kenapa orang Korea tertawa
Bagi penggemar di luar negeri, “APT.” adalah lagu pop baru yang bikin nagih. Bagi banyak orang Korea, lagu itu adalah suara bar yang penuh sesak di Jumat malam, yang tiba-tiba terdengar di radio dan tangga lagu seluruh dunia. Majalah Korea Hankyung Business mencatat bahwa permainan ini begitu biasa di Korea sampai-sampai pendengar lokal kebingungan mendengarnya menjadi lagu hit global.
Ada juga sentuhan antargenerasi: seorang mahasiswa mengatakan kepada The Korea Herald bahwa orang yang mengajak main permainan minum sekarang terkesan ketinggalan zaman. Jadi sebagian tawa itu murni karena kaget melihat ritual kampus yang agak jadul, nyaris dalam semalam, berubah menjadi lagu paling keren di dunia.
Generasi yang lebih tua mendengar gema lain. Pada 1982, penyanyi Yoon Soo-il merilis lagu rock hitnya sendiri berjudul 아파트, yang menurut The Korea Times secara tidak langsung mengomentari demam apartemen di kawasan Gangnam, Seoul, pada masa itu. Dalam wawancara dengan kantor berita Yonhap, Yoon mengaku berterima kasih kepada Rosé dan Bruno Mars karena telah “merekonstruksi” lagunya. Kata yang ia pakai adalah 재건축 (jaegeonchuk), istilah yang dipakai orang Korea untuk merobohkan kompleks apartemen tua lalu membangunnya kembali: permainan kata yang membuat pembaca Korea tersenyum.

Dari permainan di studio menjadi single terlaris dunia
“APT.” dirilis pada 18 Oktober 2024, menjelang album studio solo pertama Rosé, rosie. Yang terjadi sesudahnya, menurut catatan resmi:
- Tangga lagu global: lagu ini memulai debut di posisi No. 1 Billboard Global 200 dan bertahan 12 minggu di puncak. Di tangga Global Excl. U.S. milik Billboard, lagu ini mencatat 19 minggu di No. 1, rekor pada masanya; pada Januari 2026, Billboard melaporkan bahwa “Golden” dari HUNTR/X, dari film KPop Demon Hunters, telah melampauinya.
- Amerika Serikat: naik ke No. 3 di Billboard Hot 100 pada awal 2025, posisi tertinggi saat itu bagi artis perempuan K-pop, menurut The Korea Herald.
- YouTube: video resminya menembus 1 miliar penayangan pada awal 2025, sekitar tiga setengah bulan setelah rilis.
- Lagu terbesar tahun itu: IFPI, badan industri rekaman global, menobatkannya sebagai single global terlaris 2025 dengan 2,06 miliar unit. Ini pertama kalinya tangga tersebut dipuncaki artis dari luar Amerika Utara atau Eropa, dan pertama kalinya pemenangnya adalah lagu dengan lirik bukan bahasa Inggris.
- Penghargaan: Song of the Year di MTV Video Music Awards 2025, yang pertama bagi K-pop; tiga nominasi Grammy, termasuk Record of the Year dan Song of the Year (Rosé dan Bruno Mars membuka upacara Februari 2026 dengan lagu ini, meski tidak menang); serta International Song of the Year di BRIT Awards 2026, yang disebut media Korea sebagai BRIT pertama bagi artis K-pop.
Lumayan juga untuk permainan yang biasanya berakhir dengan seseorang minum seteguk.
Permainan minum yang lebih tua dari gedung mana pun
Permainan minum di Korea tidak lahir di bar kampus. Pada 1975, para arkeolog yang menggali Wolji, kolam di kompleks istana kerajaan di Gyeongju, ibu kota lama Kerajaan Silla, menemukan sebuah dadu kecil dari kayu ek bersisi 14 yang dikenal sebagai 주령구 (juryeonggu). Menurut Institut Nasional Sejarah Korea, dadu ini dipakai untuk menentukan hukuman dalam jamuan para bangsawan Silla, dan setiap sisinya bertuliskan perintah empat aksara, seperti “minum tiga cawan sekaligus” atau “bernyanyi sendiri dan minum sendiri”. Dadu aslinya hilang dalam sebuah kecelakaan saat konservasi; replikanya dipamerkan di Museum Nasional Gyeongju.
Meja minum masa kini punya permainan klasiknya sendiri. The Korea Times dan The Korea Herald menyebut beberapa favorit lama:
- 눈치 게임 (nunchi geim): pemain menyebut angka berurutan, satu per satu, tanpa giliran tetap. Kalau kamu menyebut angka bersamaan dengan orang lain, atau jadi yang terakhir, kamu kalah. Semuanya bergantung pada nunchi, seni khas Korea membaca suasana.
- 삼육구 (samyukgu, “3-6-9”): semua berhitung bergiliran, tetapi setiap angka yang mengandung 3, 6, atau 9 harus diganti dengan tepuk tangan.
- 지하철 게임 (jihacheol geim, permainan kereta bawah tanah): pilih satu jalur kereta bawah tanah Seoul, lalu bergiliran menyebut nama stasiunnya. Kalau macet atau mengulang, kamu kalah.

Bermain ala Korea, dengan bertanggung jawab
Di Korea, batas usia legal untuk membeli minuman beralkohol adalah 19 tahun, dan dihitung berdasarkan tahun lahir: semua orang boleh membelinya mulai 1 Januari tahun saat mereka berusia 19 (tulisan kami tentang cara orang Korea menghitung umur menjelaskan alasannya). Apateu sendiri tidak butuh alkohol: permainan ini sama serunya dengan minuman ringan dan tantangan lucu.
Kebiasaan lama memaksa semua orang minum juga mulai ditinggalkan. Dalam survei tahun 2024 terhadap 475 mahasiswa yang dikutip The Korea Herald, 29,9 persen mengatakan orang yang paling ingin mereka hindari di acara kumpul adalah yang terus memaksa orang lain minum, dan 26,5 persen menyebut orang yang hanya peduli pada permainan minum. Kalau kamu minum bersama teman Korea, sedikit tata krama di meja akan sangat membantu; kami membahasnya di etika minum dengan senior di Korea. Dan menolak minum selalu boleh.

Kalau kamu nonton konser K-pop
- Hafalkan kalimat pembukanya. 채영이가 좋아하는 랜덤 게임, 랜덤 게임, 게임 스타트! itu pendek, dan menyanyikan kalimat berbahasa Korea untuk sang artis adalah inti dari 떼창 (ttechang), saat seluruh penonton bernyanyi bersama seperti satu suara. Kami melihatnya terjadi di Rio, pada malam K-pop pertama di Rock in Rio.
- Ikut nyanyikan bagian “apateu”. “Apateu, apateu” memang dibuat untuk disahut penonton. Kamu tidak perlu bisa bahasa Korea untuk ikut bernyanyi.
- Beli tiket hanya di kanal resmi. Konser K-pop besar cepat habis terjual, dan penipuan tiket calo biasanya menyusul.
Jawaban singkat
Apa arti “APT.” di lagu Rosé?
“Apartment” (apartemen), 아파트 (apateu) dalam bahasa Korea, nama permainan minum di mana para pemain menumpuk tangan seperti lantai-lantai gedung.
Bagaimana cara main game APT?
Tumpuk tangan semua pemain, sebutkan nomor lantai, lalu pindahkan tangan dari bawah ke atas sambil menghitung; yang tangannya di paling atas saat hitungan mencapai angka itu kalah.
Berapa batas usia minum alkohol di Korea?
19 tahun, dihitung berdasarkan tahun lahir: kamu boleh membeli minuman beralkohol mulai 1 Januari tahun saat kamu berusia 19.


